Senin, 26 September 2011

etika

Definisi Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupa¬kan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghin-dari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

sumber: http://erniritonga123.blogspot.com/2010/01/definisi-etika.html

contoh etika
dalam adat masyarakat suku jawa jika seorang anak dipanggil oleh orang yang lebih tua maka sang anak harus menjawab dengan sapaan "dalem" yang berarti iya. sapaan tersebut adalah sapaan halus untuk mengartikan kata "iya" dalam bahasa Indonesia.
di suku lain juga tentunya ada sapaan khusus untuk hal yang sama.

Kamis, 21 April 2011

"bisu"

Jangan biarkan aku berlalu
Mendayung perahu melaju dengan penuh rasa haru
Karena ku tak ingin
Terdampar dalam pulau seribu rindu
Resah, aku rasakan resah
Ingin ku lambaikan tanganku
Tuk hadirkan dirimu di sisi ku
Tapi memang ku tak mampu,
Tak mampu lambaikan tanganku,
Tak mampu ucapkan
“aku sayang kamu”

Rabu, 02 Maret 2011

Demokrasi




Demokrasi, menurut Oxford Dictionaries adalah a system of government by the whole population or all the eligible members of a state , typically through elected representatives . Menurut kamus tersebut demokrasi sekan-akan hanya dipandang sebagai media pengantar politik. Para politisi dan penganjur dari barat selalu mengkaitkan demokrasi dengan kebebasan Hak Asasi Manusia. Kemunculan demokrasi ini mewarnai politik dunia abad 20, mulai dari perang dunia , perang dingin hingga reformasi Indonesia 1998.

Pemasukan paham modern termasuk demokrasi itu diwarnai dengan pertumpahan darah dikalangan Turki sendiri yaitu antara poros Kemal dengan poros kerajaan. Jelas demokrasi pun masuk ke wilayah Turki dengan pertumpahan darah. Mengapa terjadi pertumpahan darah? Karena disitu ada pemaksaan budaya. Seperti kita ketahui negara-negara Asia Barat telah lama menganut sistem monarki dan itu telah menjadi budaya, lihat betapa sistem monarki telah terbangun dinasti Umayyah di Damaskus, dinasti Abassiyah di Baghdad, Fatimiah di Mesir, Safavid di Persia, dan Ustmani di Turki.

Pemerintahan suatu wilayah, apakah itu demokrasi atau tidak, tidaklah terlalu masalah jika masyarakat itu memang sudah nyaman dengan suatu ideologi. Jikalau ada segelintir masyarakat yang mempermaslahkan itu maka itu hal yang wajar, namun tidak perlu mengganti idiologi tersebut dengan jalan revolusi berdarah karena demokrasi atau tidak demokrasi merupakan permasalahan budaya yang tak dapat dipaksakan.

Amerika selalu ingin menjadikan negara Afganistan menjadi negara demokrasi, namun apalah gunanya demokrasi jika dalam perjalanannya menimbulkan pertumpahan darah. Apa bedanya dengan komunisme yang oleh para pemikir Barat pun selalu dikaitkan dengan pertumpahan darah. Jadi masalah demokrasi ataupun tidak itu adalah permasalahan budaya. Budaya suatu masyarakat tidak dapat dipaksakan oleh budaya Eropa. Tidak mungkin semua wilayah dimuka bumi ini menjadi Eropa atau Amerika Serikat dengan demokrasinya.

Senin, 29 November 2010

study kasus

1. Sebutkan masalah yang dihadapi para pekerja perawatan kesehatan yang merawat Cal ?
2. Konsep-konsep konsumen apa dari bab ini yang menjelaskan perasaan cal tentang pengalamannya ?
3. Untuk unsur-unsur strategi manajerial manakah konsep-konsep konsumen ini mempunyai implikasi ?
4. Kembangkan suatu analisis aplikasi manajerial tentang kasus ini dan
bahaslah strategi manajerial yang harus digunakan untuk meningkatkan
kualitas pelayanan yang di berikan staf medis ?

Jawaban.

1. Tidak ada kerjasama yang baik antara Pasien,Dokter dan perawat.
-Kualitas pelayana yg di berikan pihak RS.
2. -tingkat kepuasan konsumen
-prilaku mengeluh
-isu keadilan
3. tingkat kepuasan konsumen dan prilaku mengeluh
4. -Menyediakan Dokter ahli jantung tidak hanya 1
-Ketepatan /keakuratan informasi
- Lamanya hasil check-up yg kluar,seharus nya ada standart waktu

Kamis, 28 Oktober 2010

Organisasi Siswa Intra Sekolah dalam perilaku konsumen

Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang lebih dikenal dengan OSIS, terdapat disetiap-setiap sekolah tingkat menengah dan tingkat atas di Indonesia. Organisasi yang dipimpin oleh siswa-siswa yang terpilih di masing-masing SMP dan SMA ini dibimbing oleh kepala sekolah dan guru-guru yang bersangkutan disekolah tersebut.
Ketika saya masih menjadi siswa di SMA 25 Jakarta yang terletak di Jalan A.M. Sangaji, Jakarta Pusat, ketika itu sekolah saya ingin mengadakan pergelaran pentas seni, tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jika hanya mengandalkan sumbangan dari orang tua murid saja tentunya masi kekurangan dana.
Setelah di diskusikan dalam rapat OSIS bersama guru pembimbing di sekolah saya, akhirnya diambillah suatu keputusan agar pergelaran pentas seni di sekolah saya dapat tetap diadakan. Akhirnya telah diputuskan bahwa untuk memenuhi kekurangan dana, teman-teman saya pun berjualan barang-barang seperti gantungan handphone, jepitan, pin dan barang-barang lainnya. Selain berjualan, dana untuk pergelaran seni itu pun juga didapat dari hasil mengamen dari bus kota ke bus kota, juga di tempat-tempat nongkrong anak muda.
Tidak hanya menjual barang-barang tersebut di sekolah, teman-teman pun juga menjulanya di lapangan olahraga senayan ketika kami ada jadwal atletik dari sekolah. Agar tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah, maka kegiatan tersebut dilakukan pada hari sabtu dan minggu.
Alhasil, hasil yang di dapat teman-teman saya pun dapat menutupi kekurangan dana. Saya dan teman-teman pun belajar bahwa tidaklah mudah mencari uang di jaman sekarang. Pergelaran pentas seni pun di sekolah saya dapat berjalan tanpa hambatan dan semuanya pun bias menimati hasil yang memuaskan

Selasa, 05 Oktober 2010

kebutuhan dan motivasi konsumen

Motivasi merupakan dorongan/tenaga pendorong pada diri individu/seseorang untuk melakukan sesuatu guna memenuhi kebutuhannya yang belum terpenuhi.
Secara umum, kebutuhan manusia sebagai individu terbagi menjadi dua, kebutuhan dasar dan kebutuhan perolehan.
Kebutuhan dasar bersifat psikologis byogenis. Sedangkan kebutuhan perolehan bersifat psikologis pysikogenis.

Dalam hal motivasi pembelian produk, konsumen memiliki kebutuhan akan pengakuan, penghargaan, atau rasa memiliki. Selain itu, persepsi konsumen terhadap kualitas suatu produk juga mungkin akan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang kemudian menciptakan minat bagi pelanggan untuk melakukan pembelian ulang (loyalitas) produk tersebut. Di era globalisasi dan pasar bebas, berbagai jenis barang dan jasa dengan ratusan merek membanjiri pasar Indonesia.
Persaingan antar merek setiap produk akan semakin tajam dalam merebut konsumen.Untuk dapat mengenal, menciptakan dan mempertahankan pelanggan, maka studi tentang perilaku konsumen sebagai perwujudan dari aktivitas jiwa manusia sangatlah penting.
Ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan proses pengambilan keputusannya dalam pembelian suatu barang. Seperti yang dikemukakan oleh Suharto (2001:3), bahwa proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu: faktor sosiokultur (kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi) dan faktor psikologis (sikap, persepsi, motivasi dan gaya hidup).
Proses pengambilan keputusan pembelian memiliki lima tahap sebagaimana yang dikemukakan oleh Kotler (2000:204) yaitu: tahap pengenalan masalah atau kebutuhan, tahap pencarian informasi, tahap evaluasi altematif, tahap keputusan pembelian, dan tahap perilaku pasca pembelian.

Ketika produk sudah ditargetkan pada segmen tertentu, diposisikan, dan menetapkan pasar sasaran tertentu, maka keberhasilan pemasarannya ditentukan oleh program-program pemasaran selanjutnya. Dan tentunya, program pemasaran ini harus mengakomodasi faktor-faktor yang terkait. Tentunya banyak faktor yang terkait dalam hal ini. Salah satu faktor utama adalah konsumen. Keputusan pembelian, dalam hal ini pertukaran barang atau jasa, merupakan tahapan yang sangat penting. Tahap ini merupakan muara dari pertimbangan-pertimbangan yang mereka lakukan sebelumnya, sekaligus sebagai dasar umpan balik untuk mereka di masa yang akan datang. Keputusan pembelian konsumen ini dapat berupa pilihan mengenai produk atau jasa apa yang mereka beli, merek apa yang akan mereka beli, kapan dan dimana mereka akan membeli, berapa jumlahnya, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan bagaimana mereka melakukan pembelian itu. Didalam menentukan keputusan pembelian inilah, faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mengambil keputusan pembeliannya, memberikan pertimbangan-pertimbangan yang akan menentukan keputusan akhirnya. Tentunya ada banyak faktor yang mempengaruhi seorang konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Salah satu dari sekian faktor itu yang sangat menarik dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen adalah motivasi, persepsi, pembelajaran, dan sikap.

Sumber-sumber :
http://graciarori.blogspot.com/2009/10/motivasi-konsumen-dalam-membeli-produk.html

strategi pemasaran dan perilaku konsumen

Pemasaran merupakan kegiatan pokok yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan guna mencapai tujuannya. Masalah pemasaran merupakan masalah yang penting, mengingat dewasa ini persaingan barang dan jasa yang dipasarkan semakin ketat. Hal ini menuntut perusahaan untuk menggunakan strategi pemasaran yang tepat agar perusahaan dapat memenangkan persaingan tersebut.
Dalam strategi pemasaran, ada dua variabel besar yang perlu diperhatikan, yaitu variabel yang dapat dikontrol dan variabel yang tidak dapat dikontrol. Salah satu dari variabel yang dapat dikontrol oleh perusahaan adalah bauran pemasaran (marketing mix), yaitu kombinasi dari berbagai variabel pemasaran yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam penjualan, sehingga akan dicapai volume penjualan dengan biaya yang memungkinkannya mencapai tingkat laba yang diinginkan.
Pada sektor jasa, strategi pemasaran juga mutlak diperlukan untuk meningkatkan volume penjualannya. Selama ini para pemasar telah mengenal empat komponen dasar atau unsur-unsur dalam bauran pemasaran, yaitu produk, harga, promosi dan distribusi atau yang biasa disebut dengan 4P (Product, price, promotion, & place).
Dalam pemasaran jasa, ada elemen-elemen lain yang bisa dikontrol dan dikombinasikan untuk keperluan komunikasi dengan konsumen jasa. Elemen-elemen tersebut adalah: orang (People or Personal traits), lingkungan fisik dimana jasa diberikan atau bukti fisik (physical evidence), dan proses jasa itu sendiri (process). Dengan demikian 4P’s yang pada mulanya menjadi bauran pemasaran barang, perlu diperluas menjadi 7P’s jika ingin digunakan dalam pemasaran jasa (Yazid, 1999:20).
Untuk menentukan strategi bauran pemasaran yang tepat, yang perlu dipahami terlebih dulu adalah perilaku konsumen. Dengan mengenal konsumen akan dipahami karakteristik pembeli maupun bagaimana seorang pembeli membuat keputusannya serta berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku mereka dalam mengambil keputusan atas pembelian suatu produk/jasa.
Sumber-sumber :

http://duniaonline.dikti.net/analisis-bauran-pemasaran-terhadap-prilaku-konsumen/